Perjalanan Terindah
SEBUAH PERJALANAN MENUJU KEPADA ALLAH
Sobat gudangarab, Kita hidup di dunia ini hakikatnya adalah sebuah perjalanan menuju kepada Allah Azza wa Jalla. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها
“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya.” (HR. Imam Muslim)
Selama berkelana dan mengembara di dalam perjalanan hidup ini kita memerlukan bekal ilmu yang membuahkan keyakinan, kesantunan, sehingga mengetahui rute terbaik, tidak tersesat, atau mudah tertipu, dan terombang-ambing di dalam kebingungan.
Maka dari itu, bersemangatlah memperbanyak bekal ilmu yang dibangun di atas al-Qur‘an dan as-Sunnah karena ia akan menjadi lentera yang menyinari perjalanan kita hingga ke surga yang penuh dengan kenikmatan,
«مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ»
“Barangsiapa menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Amal shalih adalah amal kebajikan sebagai bekal utama yang bisa diandalkan untuk suatu hari yang pada waktu itu tidak bermanfaat lagi harta dan jabatan.
Amalan kebajikan tanpa ikhlas maka sia-sia, seperti debu-debu yang beterbangan. Sementara itu, amal kebajikan tanpa _ittiba’_ (mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) juga sia-sia hanya memberatkan, seperti pengembara yang memenuhi tasnya dengan batu, memberatkan tanpa faedah yang berarti. Maka bersemangatlah untuk beramal kebajikan. Jangan pernah meremehkan sebuah amal kebajikan sekecil apa pun, karena kita tidak tahu amal manakah yang diterima di sisi Allah Azza wa Jalla, siapa tahu amal yang kita anggap remeh justru itu yang menjadikan kita meraih ampunan Allah Azza wa Jalla dan surga-Nya.
Bekal kesabaran sangat penting dalam perjalanan menuju kampung akhirat karena perjalanan ini panjang, melelahkan, dan banyak rintangan yang menghadang.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ»
“Safar adalah bagian dari siksaan.”
Sesungguhnya perjalanan kehidupan manusia penuh dengan berbagai ujian yang harus dijalani dengan kesabaran dan ketabahan hingga mencapai kemuliaan taqwa dan iman.
Biasakanlah senantiasa berbuat baik, karena Allah Azza wa Jalla akan mewafatkan seseorang sesuai kebiasaaannya. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata,
تعودوا الخير، فإنما الخير بالعادة
"Biasakanlah melakukan kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu hanyalah bisa dilakukan dengan kebiasaan."(Shahih, Mushannaf Abdur Razzaq, No. 4742)
Marilah, di sisa usia kita senantiasa kita biasakan dengan berbuat kebaikan, menjaga etika dan kesantunan, mejauhkan dari kebiasaan berbuat dosa dan kezaliman. Karena kita tidak tahu kapan ajal kita berakhir, di saat berbuat kebaikan ataukah di saat berbuat dosa dan kezaliman.
Pada kesempatan sepertiga malam yang baik ini marilah kita memanjatkan doa, memohon segala ampunan kehadirat Allah Azza wa Jalla.
َللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِعِقَدِ
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جَدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذلِكَ عِقَدِيْ
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Ya Allah,
ampunilah kesalahanku,
kebodohanku,
keberlebih-lebihan dalam perkaraku,
dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku.
Ya Allah,
ampunilah diriku dalam kesungguhanku,
kelalaianku,
Kekhilafanku,
kesalahanku,
kesengajaanku,
dan semua itu adalah berasal dari sisiku.
Ya Allah,
ampunilah aku dari segala dosa yang telah aku lakukan
dan yang belum aku lakukan,
segala dosa yang aku sembunyikan
dan yang aku tampakkan,
dan dosa yang Engkau lebih mengetahui dari padaku,
Engkau Yang Maha Mendahulukan
dan Yang Mengakhirkan,
dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa membiasakan berbuat kebaikan dalam perjalanan menuju kampung akhirat untuk meraih ridha-Nya.
