Lepas KKN STAI Ihyaul Ulum membawa misi ini
Membawa Misi Pengabdian: STAI Ihyaul Ulum Gresik Lepas Mahasiswa KKN 2025–2026
Gresik - Riuh rendah semangat mahasiswa menyelimuti halaman utama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Gresik. Di bawah langit pagi yang cerah, Mahasiswa mahasiswi dari 2 Program studi berkumpul dengan seragam kebanggaan, bersiap memulai babak baru dalam perjalanan akademik mereka: Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025–2026.
Acara pelepasan yang digelar pada Senin pagi tersebut berlangsung dengan nuansa khidmat namun penuh energi. Tidak sekadar seremoni formal, kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi mahasiswa untuk bertransformasi dari pelajar teori menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Pesan Sentral: Pengabdian Tanpa Batas
Ketua STAI Ihyaul Ulum Gresik, Ubaidillah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya memberikan arahan yang membakar semangat sekaligus menyejukkan hati para peserta. Beliau menekankan bahwa KKN adalah ujian sesungguhnya dari etika dan intelektualitas mahasiswa.
Ada dua poin fundamental yang ditekankan oleh Ubaidillah untuk dijadikan kompas selama mahasiswa berada di lokasi pengabdian:
Meluruskan Niat sebagai Ibadah: Beliau mengingatkan agar mahasiswa tidak melihat KKN sebagai beban SKS atau sekadar formalitas kelulusan. "Niatkan langkah kaki kalian sejak keluar dari gerbang kampus ini sebagai bentuk ibadah. Jika niatnya adalah pengabdian, maka setiap peluh dan lelah kalian akan bernilai pahala," tegasnya di hadapan para hadirin.
Hadir sebagai Solusi, Bukan Beban: Mahasiswa diharapkan mampu membaca denyut nadi kebutuhan desa. Baik itu melalui penguatan literasi keagamaan, pendampingan UMKM desa, hingga inovasi pendidikan bagi anak-anak di pelosok. Kehadiran mahasiswa harus meninggalkan jejak manfaat yang membekas bahkan setelah masa KKN berakhir.
“KKN adalah laboratorium kehidupan. Jadilah pribadi yang rendah hati, hiasi diri dengan akhlakul karimah, dan pastikan keberadaan kalian menjadi solusi atas permasalahan yang ada di desa, bukan justru menambah beban,” tambah Ubaidillah dengan nada persuasif.
Implementasi Tri Dharma yang Dinamis
Kegiatan KKN tahun ini dirancang lebih dinamis dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga telah memberikan pembekalan intensif agar program kerja yang disusun mahasiswa bersifat aplikatif dan berkelanjutan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme mahasiswa yang sudah mulai berkoordinasi dengan tim masing-masing, menyiapkan perlengkapan dan strategi untuk terjun ke desa-desa tujuan. Mereka memikul misi besar: membawa nama baik almamater sekaligus memperkuat pilar masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
Acara ditutup dengan doa bersama dan simbolis pelepasan atribut KKN, menandai dimulainya masa bakti mahasiswa STAI Ihyaul Ulum Gresik untuk masyarakat luas. [SGA]

